Laman

15 April 2015

Spirit, Who Could Not be Broken



Hai!

Tiga minggu sebelum UN (dan tepat hari ini UN selesai, yay!) aku nonton film kartun yang menurutku film ini menarik banget. Judulnya Spirit: Stallion of Cimarron. Aku ini ogah-ogahan banget kalo nonton kartun, padahal film ini udah diputer berkali-kali di HBO tapi setiap filmnya mulai aku selalu lewatin. Jadi karena waktu itu pulang cepet dan gabut sebelum pergi les, akhirnya aku nonton film ini dari awal. Kebetulan banget filmnya waktu itu jadwal tayang terakhir (Lucky?) sampe sekarang filmnya belom diputer lagi di channel tersebut. Oh ya, film ini rilis tahun 2002, udah lama banget ya..

Aku bilang, aku ogah-ogahan banget kan nonton film kartun. Kayaknya aku udah pernah cerita kenapa. Tapi dari semua kartun yang aku tonton, yang aku suka itu Tangled (mungkin karena hubungan antara karakter Flynn Rider dan Rapunzel?) dan Rise of the Guardian (aku ngerasa ceritanya beda dari yang lain). Sementara kartun-kartun lain terasa biasa-biasa aja. #OutOfTopic #duh

ada yang udah pernah nonton?

Spirit, berkisah tentang seekor kuda Mustang liar dari Cimarron keliatan dari judulnya fin,duh. Nama ibunya Esperanza. Latar tempatnya di Amerika. Ceritanya dimulai disaat Spirit lahir dan akhirnya dia jadi pemimpin di antara kelompoknya. Suatu malam, dia liat asap dari bukit yang lumayan jauh dari tempat mereka tinggal. Karena penasaran, dia datengin sumber asep itu, dan untuk pertama kalinya dia liat manusia. Orang-orang itu nangkep Spirit karena Spirit itu kuda yang bagus. Akhirnya Spirit dibawa paksa ke markas tentara amerika. Spirit nggak pasrah gitu aja ditarik sama orang-orang ini. Dia terus narik balik talinya. Scene yang paling aku suka itu disini, disaat Spirit fight back dan dia meronta-ronta ke arah elang yang sama disaat Spirit masih kecil. Nyesek banget liatnya. FYI, semua hewan di film ini nggak bicara kaya manusia tapi pake suara hewan asli. Makanya aku suka film ini.

Setelah dibawa ke markas, Kapten tentara Amerika nyuruh orang andalannya (lupa namanya) untuk jinakin Spirit. Tapi Spirit nggak nyerah, mulai dari di cukur rambutnya sampe di pasangin sepatu kuda dia nyeruduk, nendang, gencet si someone ini. Sampe akhirnya sang kapten turun tangan buat jinaikin dia. Karena sangking nyolotnya Spirit, dia diiket ditengah lapangan dan nggak dikasih makan berhari-hari. Sampe akhirnya Orang indian dari suku Lakota, yang namanya Little Creek, juga ketangkep. Spirit ngerasa aneh sama perilaku orang ini ceritanya terus lanjut sampe akirnya Little Creek dan Spirit bisa kabur (sekaligus bebasin kuda-kuda US Army dari kandang) dari markas.

Spirit dibawa ke tempatnya Little Creek, disana dia ketemu kuda betina punyanya Little Creek, namanya Rain. Mereka jadi temen. Tapi tetep Spirit nggak mau ditunggangin sama Little Creek walaupun dia orang baik.

Ceritanya nggak se-simpel yang kalian kira. Spirit kabur berkali-kali supaya bisa bebas dan balik lagi ke kawanannya. Ceritanya penuh emosi banget. Aku nontonnya nyesek dari awal sampe tahan napas, aku denger ada yang sampe nangis juga nontonnya. Aku salut sama sikap pantang nyerahnya Spirit. Spirit hampir nyerah pas dia ditangkep dan di masukin kereta barang dan nggak bisa keluar. Dia dan ratusan kuda lainnya di pekerjakan untuk narik kereta api yang super besar. Sampe akhirnya Spirit pura-pura mati dan kabur, lagi-lagi dia nggak lupa buat nyelametin kuda-kuda lainnya.

Sebelumnya kan aku bilang kalo kuda-kudanya cuma pake bahasa hewan dan ditambah bahasa tubuh hewan tersebut. Hal menarik lainnya adalah jalan ceritanya di perbagus dengan Soundtrack filmnya. Lagu-lagunya nyentuh banget dan semuanya nyeritain isi hati Spirit, selain diceritain sama Narator. Nggak heran, karena komposernya Hans Zimmer. Aku suka lagu-lagu ciptaan Hans Zimmer untuk soundtrack film dan sebagian besar Soundtracknya dinyanyiin Bryan Adams.

Quote yang aku suka dari film ini adalah:
"For the first time in my life, I felt my heart torn two ways" - Spirit

kena bangeeet!

Ada hal yang lucu, semua kudanya punya alis. Jadi kalian bisa bener-bener ngerasa itu kuda ngeringkik sedih, marah, atau kesel. Nggak nyesel deh udah ngisi waktu luang sekitar satu setengah jam untuk nonton film ini. Recommended banget apalagi soundtracknya.




Tidak ada komentar:

Entri Populer